SDN 261 Limbua Raih Pasokan Air Bersih lewat Sumur Bor Inisiatif TNI

Luwu Timur – Harapan untuk mendapatkan air bersih akhirnya mulai terwujud di SDN 261 Limbua, Dusun Rende-Rende, Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo mempercepat pengerjaan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah, Selasa (27/10/2026).

Selama bertahun-tahun, sekolah yang memiliki 75 siswa tersebut menghadapi keterbatasan air bersih. Fasilitas toilet tidak dapat digunakan secara optimal karena tidak tersedia pasokan air, sementara siswa harus mengandalkan air hujan yang ditampung dalam ember untuk mencuci tangan. Kondisi tersebut juga menyulitkan pelaksanaan wudu di sekolah.

Menyikapi kondisi tersebut, Satgas TMMD mengerahkan 10 personel bersama tim pengeboran dan lima warga untuk mengerjakan sumur bor di samping toilet sekolah. Pekerjaan dimulai sejak pukul 07.30 WITA dengan menggunakan mesin bor portabel Honda GX-390 berkapasitas hingga 60 meter.

Titik pengeboran ditentukan berdasarkan hasil survei geolistrik yang menunjukkan potensi sumber air pada kedalaman sekitar 25 hingga 40 meter. Setelah pengeboran dimulai pukul 08.00 WITA, tim terus bekerja hingga akhirnya air keluar pada kedalaman sekitar 40 meter.

Keluarnya air dari lubang pengeboran menjadi momen yang menggembirakan bagi warga sekolah. Para siswa yang menyaksikan proses tersebut langsung bersorak ketika melihat air mulai menyembur dari dalam tanah.

Peltu Zainuri, Kepala Tim Lapangan, mengatakan pembangunan sumur bor di SDN 261 Limbua menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar peserta didik.

“Pengerjaan sumur bor di SDN 261 Limbua kami percepat karena siswa sudah lama tidak mendapatkan air bersih. Toilet tidak berfungsi optimal, siswa kesulitan mencuci tangan, dan kebutuhan wudu juga terkendala. Saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 40 meter, air akhirnya keluar dengan deras dan terlihat jernih,” ujarnya.

Setelah sumber air ditemukan, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan pipa casing PVC berukuran 4 inci sepanjang 40 meter dan pipa galvanis untuk saluran hisap. Satgas juga menyiapkan pompa jet pump Shimizu berdaya 250 watt, toren berkapasitas 1.200 liter di atas menara besi setinggi empat meter, bak penampungan, empat keran untuk wudu, serta enam keran untuk mencuci tangan.

Kepala SDN 261 Limbua Parumpanai, Sitti Aminah (42), mengungkapkan rasa syukurnya atas perkembangan pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan sumur bor akan sangat membantu kegiatan belajar mengajar sekaligus meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah, air akhirnya keluar. Selama ini kami kesulitan mendapatkan air bersih. Toilet tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya, anak-anak kesulitan mencuci tangan, dan wudu juga terkendala. Terima kasih kepada Satgas TMMD karena sekolah kami akhirnya mendapatkan perhatian,” tuturnya.

Kegembiraan juga dirasakan para siswa. Rian (11), siswa kelas V, mengaku selama ini harus membawa air minum dari rumah dan menghadapi keterbatasan air untuk keperluan kebersihan di sekolah.

“Senang sekali ada sumur bor. Selama ini saya membawa botol air dari rumah untuk mencuci tangan. Tadi melihat air keluar, saya ikut berteriak. Semoga sekarang kami bisa mencuci tangan dan menggunakan toilet sekolah dengan lebih nyaman. Terima kasih, tentara,” katanya.

Pembangunan sumur bor tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan air bersih di SDN 261 Limbua. Dengan penyelesaian instalasi dan pemeriksaan kualitas air, fasilitas ini diharapkan dapat menunjang kebersihan, kesehatan, serta kenyamanan 75 siswa dan para guru.

Melalui program TMMD ke-130, Kodim 1403/Palopo tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur di pedesaan, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas dasar yang mendukung dunia pendidikan.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *