
LUWU TIMUR – Malam Minggu biasanya identik dengan aktivitas anak muda di kafe, pusat perbelanjaan, atau tempat hiburan di perkotaan. Namun, bagi personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Sabtu malam (25/10/2026) menjadi momen istimewa untuk menghabiskan waktu bersama masyarakat di Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur.
Jauh dari keramaian kota, para prajurit memilih menikmati malam dalam suasana sederhana di tengah perkampungan. Beralaskan bangku seadanya dan ditemani kopi hitam panas, gorengan, serta hasil kebun warga, personel Satgas berkumpul bersama pemuda karang taruna dan anak-anak desa.
Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan tersebut. Canda tawa, cerita pengalaman selama bertugas, hingga nyanyian bersama mengisi malam di tengah kesunyian Desa Parumpanai.
Kegiatan itu bukan sekadar mengisi waktu luang. Satgas memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi sosial (Komsos) untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan hiburan bagi warga yang sehari-hari menjalani aktivitas di lingkungan pedesaan.
Salah satu personel Satgas, Sertu Ody, mengatakan kebersamaan dengan masyarakat menjadi pengalaman berharga selama menjalankan tugas TMMD.
“Kalau orang lain malam mingguan di mal dan kafe, kami malam mingguan di Parumpanai. Di sini tidak ada mal, tidak ada kafe, yang ada hanya rumah kayu, kebun kakao, dan warga yang tulus. Malam Minggu kami isi dengan duduk bersama warga, bakar jagung, ngopi bareng, main gitar,” ujarnya.
Menurutnya, kebahagiaan sederhana justru terasa ketika prajurit dapat berinteraksi langsung dengan warga dan anak-anak desa.
“Bagi kami, malam Minggu paling indah adalah malam Minggu bersama rakyat. Tidak perlu mewah, yang penting hati kami dan hati rakyat menyatu. Inilah malam Minggu prajurit TMMD,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Serda Firman. Personel Satgas yang biasanya menghabiskan malam Minggu di Palopo itu mengaku mendapatkan pengalaman berbeda ketika berada di tengah masyarakat Parumpanai.
“Biasanya malam Minggu saya di Palopo nongkrong di warkop. Tapi malam Minggu kali ini beda, saya di Parumpanai. Awalnya sedih jauh dari kota, tidak ada sinyal, tapi begitu lihat warga datang bawa jagung bakar, bawa kopi, anak-anak datang minta nyanyi bareng, rasa sedih hilang,” tuturnya.
Ia mengaku suasana kekeluargaan yang terbangun membuat dirinya merasa dekat dengan masyarakat.
“Malah lebih seru di sini. Warga Parumpanai baik-baik, kami seperti keluarga. Malam Minggu di sini bikin kangen kampung halaman,” katanya.
Kehadiran prajurit juga disambut antusias oleh pemuda setempat. Rian (22), anggota Karang Taruna Parumpanai, mengaku baru pertama kali menghabiskan malam Minggu bersama personel TNI dalam suasana seperti itu.
“Seru sekali, baru kali ini kami anak muda Parumpanai malam Minggu dengan tentara. Biasanya malam Minggu kami sepi, gelap, tidak ada kegiatan. Sekarang ada Pak Tentara TMMD 130, kami bakar jagung bersama, nyanyi-nyanyi, sampai jam 11 malam,” ujarnya.
Rian menambahkan, obrolan bersama para prajurit juga memberikan motivasi bagi pemuda desa untuk terus mengejar cita-cita dan meningkatkan pendidikan.
Hingga pukul 23.00 WITA, kebersamaan masih terasa di tengah perkampungan. Malam yang sederhana itu menjadi ruang untuk saling mengenal, berbagi cerita, dan memperkuat hubungan antara prajurit dengan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat tidak hanya dilakukan melalui pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas desa, tetapi juga melalui kehadiran, perhatian, serta kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Pendim 1403/Palopo


