Prajurit TMMD ke-130 Dampingi Ibu Hamil dalam Merawat Kebun Kakao Cendana

LUWU TIMUR – Kepedulian personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo terhadap masyarakat Desa Cendana, Kabupaten Luwu Timur, tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur. Di sela-sela kesibukan mengerjakan sasaran fisik, para prajurit turut membantu ibu-ibu hamil merawat bibit kakao yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Desa Cendana dikenal sebagai salah satu wilayah yang masyarakatnya menggantungkan penghasilan dari perkebunan kakao. Sekitar 80 persen warga disebut mengandalkan komoditas tersebut untuk menopang kehidupan sehari-hari. Karena itu, perawatan bibit menjadi tahap penting dalam menjaga keberlanjutan kebun kakao warga.

Kepedulian personel Satgas muncul ketika melihat sejumlah ibu hamil tetap menyiram bibit menggunakan ember kecil dan mencabut rumput liar di bedengan persemaian. Kondisi tersebut menggerakkan prajurit untuk turun tangan membantu, terutama ketika pekerjaan dilakukan dengan posisi jongkok yang membuat para ibu merasa kelelahan.

“Bu, biar kami yang siram dan cabut rumputnya. Ibu duduk saja, kasihan kalau jongkok terus,” ujar Pratu Andi saat membantu seorang ibu hamil yang usia kandungannya memasuki enam bulan.

Para prajurit kemudian menyiram ratusan bibit kakao dalam polybag, membersihkan rumput liar, memberikan pupuk organik, serta memindahkan bibit yang siap tanam ke tempat yang lebih teduh agar tidak mudah layu akibat paparan matahari langsung.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, mengapresiasi inisiatif personelnya yang peka terhadap kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi penugasan.

“Saya sengaja memerintahkan personel untuk peka terhadap lingkungan. Lihat ibu hamil merawat bibit cokelat, jangan dibiarkan. Bantu! Karena merawat bibit cokelat itu sama mulianya dengan merawat generasi penerus,” tegasnya.

Menurut Dansatgas, bibit kakao bukan sekadar tanaman, melainkan bagian dari harapan ekonomi keluarga di masa depan. Perawatan yang baik akan membantu bibit tumbuh sehat sehingga berpeluang mendukung keberlanjutan perkebunan warga.

“Kita rawat bibit cokelatnya, kita jaga ibu hamilnya. Dua-duanya kita selamatkan. Ini TMMD yang sesungguhnya, bukan cuma membangun infrastruktur, tetapi membangun harapan ekonomi warga lewat bibit cokelat,” ungkapnya.

“Saya dari kota, tidak tahu cara merawat bibit cokelat. Tapi di sini diajari sama ibu-ibu cara menyiram yang benar. Kami membantu menyiram lebih dari 200 polybag. Senang rasanya bisa membantu ibu hamil yang tetap semangat merawat bibit cokelat untuk masa depan keluarganya,” tuturnya.

Bagi para ibu, bantuan tersebut memberikan kelegaan karena pekerjaan perawatan bibit dapat dilakukan tanpa harus terus-menerus membungkuk atau jongkok. Salah satunya Hasna (32), warga Cendana yang sedang hamil enam bulan dan memiliki 300 bibit kakao.

“Perut saya sudah besar, jongkok menyiram 300 polybag capek sekali, pinggang sakit. Kemarin Pak Tentara TMMD melihat saya kesusahan, langsung mengambil alat penyiram dan menyiram semua bibit sampai selesai. Saya terharu, bibit cokelat saya segar-segar sekarang,” ungkap Hasna.

Ia berharap bibit tersebut tumbuh dengan baik dan kelak menjadi bagian dari kebun yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kegiatan sederhana ini menjadi gambaran bahwa pelaksanaan TMMD ke-130 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga kepedulian sosial dan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan merawat bibit kakao, Satgas turut mendukung harapan keluarga di Desa Cendana untuk masa depan yang lebih baik.

Bibit kakao dirawat, ibu hamil diperhatikan, harapan ekonomi desa terus ditumbuhkan.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *