
LUWU TIMUR – Upaya mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo tidak hanya dilakukan melalui kerja keras personel di lapangan, tetapi juga didukung kelancaran distribusi material pembangunan. Mobil OZ milik Kodim 1403/Palopo terus disiagakan untuk mengangkut berbagai kebutuhan material ke lokasi pengerjaan di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (3/11/2026).
Kendaraan operasional tersebut terlihat hilir mudik mengangkut semen, besi, dan berbagai material konstruksi lainnya dari gudang logistik menuju sejumlah titik sasaran fisik TMMD.
Distribusi material difokuskan untuk mendukung pengerjaan pembangunan jembatan Cendana, jalan penghubung Cendana–Rende-Rende, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Mobil OZ memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Ketersediaan material di lokasi menjadi salah satu faktor yang menentukan agar personel Satgas dapat terus bekerja tanpa harus menunggu kebutuhan bahan bangunan.
Meski harus melewati medan jalan yang cukup berat dan menanjak, kendaraan operasional tersebut tetap menjalankan tugasnya untuk memastikan kebutuhan material sampai ke lokasi sesuai kebutuhan pekerjaan.
“Material harus tetap tersedia di lokasi agar pekerjaan tidak terhambat. Mobil OZ kita siagakan terus untuk drop material setiap hari,” ujar salah seorang personel logistik Satgas TMMD.
Menurut personel logistik, kelancaran distribusi material merupakan bagian penting dari upaya percepatan pembangunan. Koordinasi antara bagian logistik dan personel di lapangan terus dilakukan agar pengiriman bahan bangunan sesuai dengan kebutuhan masing-masing sasaran.
Memasuki hari-hari terakhir pelaksanaan TMMD ke-130, dukungan logistik tersebut semakin dibutuhkan. Seluruh sasaran fisik terus dikebut agar dapat diselesaikan sesuai target sebelum penutupan program.
Melalui kesiapan kendaraan operasional dan kelancaran distribusi material, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berupaya memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan optimal.
Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada tenaga personel yang bekerja di lapangan, tetapi juga didukung manajemen logistik yang baik. Dengan kerja sama seluruh unsur Satgas, diharapkan hasil pembangunan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Parumpanai dan sekitarnya.


