
TULUNGAGUNG – Ketahanan ekonomi masyarakat tidak selalu bertumpu pada usaha berskala besar. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru memiliki peran penting karena mampu bertahan menghadapi berbagai situasi ekonomi. Pesan tersebut menjadi salah satu materi dalam sosialisasi nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung, Jumat (6/11/2026).
Fauzi dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tulungagung menyampaikan bahwa UMKM mempunyai posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Dengan modal yang relatif kecil serta pemanfaatan bahan baku dan produk lokal, sektor UMKM mampu menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Fauzi memberikan perumpamaan menarik dengan mengibaratkan UMKM seperti rumput yang tetap bertahan meskipun diterpa angin kencang.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa usaha kecil memiliki kemampuan untuk terus tumbuh dan menyesuaikan diri ketika menghadapi tekanan ekonomi. Karena itu, pengembangan UMKM perlu mendapat perhatian agar semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan menjalankan usaha produktif.
Selain membahas daya tahan usaha, peserta juga diberikan penjelasan mengenai klasifikasi UMKM berdasarkan besaran modal, mulai dari usaha mikro, kecil, hingga menengah.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan Mitari Wahyu Asriani dari PT Agrinas Pangan Nusantara yang memberikan materi mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menjelaskan fungsi koperasi dalam menyalurkan kebutuhan bahan pokok serta tahapan persiapan sebelum kegiatan operasional dimulai.
Melalui sosialisasi ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0807/Tulungagung ingin mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian ekonomi. Penguatan UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menggerakkan perekonomian desa.


