DESA TLEMANG – Istilah “Kemanunggalan TNI dan Rakyat” bukan sekadar slogan atau kata-kata manis di atas kertas. Nilai tersebut mewujud secara nyata dalam tindakan harian Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan bersama warga Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang. Setiap tetes keringat yang tercurah di lokasi pembangunan menjadi bukti otentik menyatunya prajurit TNI dengan masyarakat desa.
Sejak hari pertama pelaksanaan TMMD, sekat antara tentara dan warga lebur sepenuhnya. Mereka tidak hanya bekerja bersama meratakan jalan beton, mengangkut tanah uruk, dan memugar rumah warga, tetapi juga hidup bersisian dalam keseharian.
Pemandangan gotong royong di Desa Tlemang memperlihatkan betapa kuatnya ikatan batin yang terjalin. Prajurit TNI dan warga saling bahu-membahu dari pagi hingga sore di lokasi pengerjaan fisik. Keakraban tersebut berlanjut hingga malam hari, di mana para prajurit menginap di rumah-rumah warga (orang tua asuh), makan bersama di satu meja, hingga berolahraga dan bersenda gurau di lapangan desa.
Sinergi yang terbangun secara alami ini membuktikan bahwa kehadiran program TMMD tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga membangun ikatan emosional yang mendalam.Komandan Satgas TMMD 129,Letkol Inf Deni Suryo menegaskan bahwa kemanunggalan yang terjadi di lapangan adalah roh utama dari keberhasilan TMMD.
”Kemanunggalan TNI dan rakyat itu nyata, bukan semboyan tanpa makna. Di Desa Tlemang ini, kita bisa melihat sendiri bagaimana prajurit dan warga mengaduk semen bersama, tertawa bersama, dan saling membantu tanpa jarak. Jiwa dan raga kami menyatu dengan rakyat. Kemanunggalan inilah yang menjadi kekuatan utama kami untuk menyelesaikan seluruh target pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Letkol Deni.
Kehadiran Satgas TMMD ke-129 memberikan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Tlemang. Warga merasakan langsung ketulusan para prajurit yang bekerja keras tanpa kenal lelah demi memajukan desa mereka.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Tlemang menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kebersamaan yang terjalin selama program TMMD berlangsung.
”Dulu kami cuma mendengar istilah kemanunggalan TNI dan rakyat di berita, tapi sekarang kami menyaksikan dan merasakannya sendiri. Bapak-bapak TNI sangat ramah, mau tidur dan makan di rumah kami, serta bekerja keras membangun desa kami seperti rumahnya sendiri. Ini bukti nyata bahwa TNI betul-betul berasal dari rakyat dan bekerja untuk rakyat,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kemanunggalan yang tercipta di Desa Tlemang menjadi warisan paling berharga dari program TMMD ke-129. Lebih dari sekadar jalan yang mulus dan bangunan yang kokoh, persaudaraan yang erat antara TNI dan rakyat akan terus hidup dan menjadi fondasi ketahanan masyarakat desa di masa depan.
