Lamongan — Suara gelak tawa anak-anak pecah di sudut Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan. Di bawah naungan rindang pepohonan desa, puluhan anak usia dini tampak asyik berlarian, bernyanyi, dan melipat kertas warna-warni.
Di tengah kepungan tawa polos itu, hadir sosok Prada Farel dan Serda Ridwan dua prajurit TNI yang melepas sejenak kesan kaku demi menjadi “kakak bermain” bagi buah hati warga setempat.
Melalui pendekatan wawasan kebangsaan (wasbang) berbasis belajar sambil bermain, kedua prajurit ini menghadirkan suasana belajar yang jauh dari kata membosankan. Bagi anak-anak di pelosok Ngimbang, kehadiran Prada Farel dan Serda Ridwan bukan sekadar kunjungan dinas, melainkan momen yang paling ditunggu setiap minggunya.
Menanam Cinta Tanah Air Lewat Senyuman
Alih-alih memberikan ceramah formal tentang Pancasila yang sulit dicerna anak usia dini, Serda Ridwan memilih metode mendongeng dan permainan interaktif. Sambil memegang bendera merah putih kecil, ia mengajak anak-anak menyanyikan lagu-lagu nasional yang diselingi tebak-tebakan berhadiah sederhana.
“Anak-anak usia dini itu seperti kertas putih. Kalau kita menjejalkan materi yang berat, mereka justru akan takut dan bosan. Tapi kalau kita masuk ke dunia mereka lewat permainan, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta Indonesia itu akan meresap dengan sendirinya ke dalam jiwa mereka,” ujar Serda Ridwan sembari tersenyum hangat.
Sementara itu, Prada Farel tampak sibuk dikerumuni anak-anak yang berebut ingin belajar melipat origami dan mewarnai gambar peta Indonesia. Dengan sabar dan telaten, tangan kekarnya yang biasa memegang senjata kini dengan lembut menuntun jemari mungil warga cilik Desa Tlemang.
Kehadiran dua anggota TNI ini tak hanya menyedot perhatian anak-anak, tetapi juga menyentuh hati para orang tua di Desa Tlemang. Banyak warga yang mengaku terharu melihat bagaimana prajurit tentara bisa begitu dekat, telaten, dan menyatu tanpa jarak dengan anak-anak mereka.
Siti (34), salah satu orang tua murid, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat melihat putranya berani tampil di depan teman-temannya untuk menghafalkan teks Pancasila.
“Dulu anak saya kalau lihat tentara kadang takut karena pakaiannya seragam. Tapi sekarang malah ketagihan main sama Pak Farel dan Pak Ridwan. Senang sekali melihat anak-anak belajar sambil ketawa-ketawa, pulangnya dapat cerita baru tentang Indonesia,” ungkap Siti dengan mata berbinar.
Langkah kecil yang dilakukan Prada Farel dan Serda Ridwan di Desa Tlemang ini menjadi bukti nyata bahwa membentengi generasi muda dengan wawasan kebangsaan tidak selalu membutuhkan ruang kelas yang formal. Lewat ketulusan, kepedulian, dan kehangatan, benih-benih cinta tanah air itu kini telah bertumbuh subur di hati para penerus bangsa di pelosok Lamongan. (Pendim0812)



