
PAMEKASAN – Semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun dan menjaga ketahanan sebuah desa. Tanpa kepedulian masyarakat, berbagai pembangunan yang telah dilaksanakan berpotensi tidak terawat dan kehilangan manfaat dalam jangka panjang.
Pesan tersebut disampaikan Pasiter Kodim 0826/Pamekasan, Kapten Chb Aman Karyoko, saat memberikan materi dalam kegiatan nonfisik program TMMD ke-130 di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (5/11/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap kehidupan masyarakat saat ini tidak selalu berbentuk konflik bersenjata. Kemiskinan, stunting, putus sekolah, hoaks, narkoba, dan lunturnya kepedulian sosial merupakan persoalan yang juga harus dihadapi bersama.
Kapten Aman menilai, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah ketika masyarakat mulai kehilangan rasa memiliki terhadap lingkungan dan tidak lagi mengutamakan kebersamaan.
“Kalau warga sudah tidak peduli dengan desanya, pembangunan sebesar apapun akan cepat rusak. Di Jarin ini kita buktikan gotong royong masih hidup. Bapak-bapak angkat material, ibu-ibu masak untuk Satgas, TNI dan warga kerja bareng,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat masih terpelihara dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan program TMMD tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan jalan, drainase, maupun Rumah Layak Huni. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan.
“Pertahanan yang paling kuat bukan hanya senjata, tetapi rakyat yang peduli dan menjaga desanya sendiri. Rakyat Jarin yang menjaga jalan baru, merawat drainase, dan menjaga rumah RLH, itu sebenarnya sedang menjaga Indonesia dari bawah,” ujar Kapten Aman.
Melalui kegiatan nonfisik, Satgas TMMD juga berupaya membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, serta kewaspadaan terhadap informasi yang tidak benar.
Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan sosial yang berkembang.
Program TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan pun menjadi ruang untuk mempertemukan pembangunan fisik dan penguatan karakter masyarakat. TNI bersama warga tidak hanya bekerja membangun fasilitas desa, tetapi juga menumbuhkan kembali semangat kebersamaan.
Dengan demikian, hasil pembangunan di Desa Jarin diharapkan tidak berhenti setelah program TMMD selesai, melainkan terus dijaga melalui partisipasi dan kepedulian masyarakat.
Sebagaimana semangat TMMD, pembangunan yang dilandasi kemanunggalan TNI dan rakyat akan menjadi kekuatan untuk membangun desa sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.


